Minggu, 04 November 2012

BAB 3 Metode Penelitian


BAB III
METODE PENELITIAN
III.I Objek penelitian
Adapun yang menjadi objek penelitian dalam penulisan ini adalah “BENGKEL PAK’E”, sebuah usaha yang bergerak di bidang montir. Dalam penulisan kali ini, objek penelitian dikhususkan pada pelayanan service motor yang diberikan “Bengkel PAK’E” .
III.II Metode Pengambilan Data
Dalam penulisan ini digunakan Studi Lapangan yaitu pengumpulan data informasi primer langsung dari objek penelitian. adapun cara yang dilakukan adalah sebagai berikut :
  • Observasi, yaitu pengamatan langsung pada usaha “Bengkel PAK’E” .
  • Wawancara, yaitu pengumpulan informasi secara langsung dari pihak-pihak yang berhubungan dengan permasalahan yang akan dibahas pada penulisan ini .
III.III Variabel Penelitian
Dengan menggunakan uji kecocokan karena hanya terdapat 1 baris
  • Ho : ada hubungan
  • Ha : tidak ada hubungan
III.V Model Penelitian
  • Hipotesis
Ho = Jumlah motor yang service di Bengkel Pak’E merasa puas
Ha = Jumlah motor yang service di Bengkel Pak’E tidak merasa puas
  • Alat analisis
Dalam penulisan ini menggunakan metode analisis deskriptif dimana menggunakan alat bantu uji chi square (X2) dalam pengukuran variabel-variabelnya. Dalam masalah ini, diketahui level of signif. = 5% atau 0,05 dan syarat X2-tabel > X2-hitung maka Ho diterima , jika X2-tabel < X2-hitung maka Ha diterima. Berikut adalah rumusnya :
Uji Chisquare = X2 = ∑ (fo-fe)2
                                    fe                         
Ket : X2 = Chisquare
Fo = Frekuensi Observasi
Fe = Frekuensi Harapan
Tingkat signifikan = α = 5% = 0,05

Bab 2. Tujuan dan Manfaat Penelitian

BAB II
TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN


II.I  Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dalan penelitian yang kita cermati dalam "BENGKEL PAK'E" , yaitu seberapa banyak konsumen yang datang agar kita bisa tahu berapa banyak konsumen yang dateng tiap harinya ataupun tiap minggunya yang datang dan berapa banyak konsumen yang puas dalam pelayanan yang diberikan oleh BENGKEL PAK'E

II.II Manfaat Penelitian

Manfaat dalam penelitian ini jadi kita bisa tahu bagaimana cara merubah pelayanan yang diberikan oleh BENGKEL PAK'E apa bila pelayanan bengkel tersebut tidak puas dan apabila konsumen sudah puas maka bengkel tersebut harus mengembangkan pelayan yang diberikan agar konsumen tambah merasa puas agar bisa datang kembali.



Senin, 22 Oktober 2012

BAB 1 Pendahuluan


Tema : Kepuasan Konsumen 
Analisis Kepuasan Konsumen Terhadap Service Motor Pada “Bengkel PAK’ E”
BAB I
PENDAHULUAN
I.I Latar Belakang
Dewasa ini perkembangan dunia otomotif di Indonesia sangat pesat,  khususnya kendaraan bermotor dan merupakan salah satu alternatife untuk menghindar dari kemacetan. Maka dari itu motor juga memerlukan perawatan sehingga banyak kalangan yang mendirikan bengkel untuk mengservice segala bentuk kendaraan bermotor.
Dengan mempunyai keahlian dan keterampilan yang dimiliki masing-masing orang, sebagian besar banyak orang yang punya keahlian dalam urusan memperbaiki kendaraan yang biasa disebut juga montir . Maka dari itu untuk menyalurkan keahlian, sekarang sudah banyak sekali orang-orang mendirikan  bengkel di setiap atau di sudut jalan . 
Selain itu kepuasan pelanggan menjadi prioritas utama untuk mendongkrak keuntungan yang di miliki oleh setiap usaha bengkel.  Karena sering kali terjadi  banyak  usaha-usaha bengkel yang menghalalkan segala cara untuk menaikkan laba usahanya , ada yang dengan cara melempar paku payung, merubah setelan motor dsb, agar pelanggannya balik lagi .
Maka dari itu kita juga sebagai konsumen harus bisa memilih bengkel yang menjamin kepuasan pelanggannya . Dan menjamin mutu atau kualitas yang diberikan oleh bengkel tersebut .
I.II Rumusan Masalah
Apakah pelanggan merasa puas terhadap service motor yang diberikan oleh “Bengkel PAK’E” ?
I.III Tujuan
Adapun tujuan dari penelitian yang dilakukan ini untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan yang diberikan oleh bengkel “ PAK ‘ E ”.
I.IV Kerangka Pemikiran
Kepuasan pelanggan dalam usaha perbengkelan menjadi prioritas utama untuk menaikkan keuntungan usahanya. Dalam penulisan ini , kepuasan pelanggan akan ditentukan oleh dua variabel yaitu pelayanan terhadap service motornya dan kualitas yang diberikan oleh bengkel

Review Jurnal (ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP JASA PELAYANAN PADA BENGKEL AHASS PT.MURNI PUTRA MAS)


☺ Tema : “Analisis Kepuasan Konsumen”
☺ Judul : “ ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP JASA PELAYANAN PADA BENGKEL AHASS PT.MURNI PUTRA MAS”
☺ Pengarang : Guntur Mahardika
☺ Tahun : 2010

☺ Latar Belakang & Masalah :

Perkembangan dunia otomotif dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang sangat pesat. Banyak merek kendaraan bermotor bermunculan guna bersaing merebut pangsa pasar pengguna otomotif. Dewasa ini banyak sekali bengkel bermunculan dan hampir diseluruh sudut jalan dapat kita temui dengan mudah.
Dalam hal ini meningkatnya jumlah kendaraan bermotor maka meningkat pula kebutuhan pelanggan akan jasa perbaikan body kendaraan tersebut.

☺ Tujuan Penelitian :
1. Untuk mengetahui apakah pelanggan puas dengan pelayanan yang diberikan oleh AHASS PT.MURNI PUTRA MAS .
2. Untuk mengetahui jaminan alternative kepada pihak manajemen AHASS PT.MURNI PUTRA MAS

☺ Metodologi :
- Variabel : Ditinjau dari kualitas spare part, harga dari spare part, fasilitas yang diberikan, dan pelayanan yang diberikan.
- Data : Data Primer, bentuknya : Kuisioner
- Tahapan Penelitian :
- Pengumpulan data berdasarkan Wawancara, Observasi, Survei
- Uji hipotesis dengan menggunakan Metode Skala Likert & Uji Chisquare
- Tahapan Penelitian : Menggunakan Matematis dan Gambar
Matematis :
Metode Skala Likert :
NIK = Nilai Bobot
∑ Kategori Penilaian
Ket : NIK = Nilai Indeks Kerja
Nilai Bobot = Kategori Penilaian x Bobot mesing-masing
Uji Chisquare = X2 = ∑ (fo-fe)2
Fe
Ket : X2 = Chi Square Hitung
Fo = Frekuensi Observasi
Fe = Frekuensi Harapan
Tingkat signifikan = α = 10% = 0,1

☺ Hasil & Kesimpulan :
Berdasarkan hasil analisa diatas, maka dari observasi terhadap 50 responden pada bengkel AHASS PT.MURNI PUTRA MAS didapat bahwa dari hasil Chi Square hitung (32,89) > dari X2 tabel (23,54), maka tolak Ho dan terima Ha. Jadi konsumen merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan dan jaminan yang diberikan oleh AHASS PT.MURNI PUTRA MAS adalah memberikan jaminan asuransi / garansi servis selama 1 minggu.

☺ Saran & Usulan lanjutan :
Meskipun kinerja karyawan yang telah diberikan oleh pelanggan sudah dikatakan baik dan pelanggan puas, diharapkan para montir dan petugas lainnya dalam bekerja tetap mempertahankan dan meingkatkan kinerja yang dijalankan.
Usulan lanjutan : Bila hal ini dilakukan dengan baik, maka diprediksikan bahwa jumlah pelanggan pada bengkel AHASS PT.MURNI PUTRA MAS akan bertambah.

Review Jurnal(ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PADA BENGKEL OTTO RADOSI DI CIMANGGIS DEPOK)


☺ Tema : “Analisis Kepuasan Konsumen”
☺ Judul : “ ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PADA           BENGKEL OTTO RADOSI DI CIMANGGIS DEPOK”
☺ Pengarang : Yayu Astri
☺ Tahun : 2009

☺ Latar Belakang & Masalah :
Sebagaimana kita ketahui bahwa pesatnya laju pembangunan juga memacu perkembangan industri dinegara kita. Untuk meningkatkan daya saing perusahaan dipasaran, maka pimpinan perusahaan dituntut bekerja keras dan melaksanakan kegiatan perusahaan secara efektif dan efisien.
Jumlah pelanggan sangat besar pengaruhnaya terhadap kelangsungan hidup perusahaan yang bergerak dalam bidang penjualan jasa. Dan kepuasan konsumen sangat diprioritaskan. Karena jika konsumen puas maka akan meningkatkan laba dan citra perusahaan.
☺ Tujuan Penelitian : 
Untuk mengetahui bagaimana tingakat kepuasan pelanggan terhadap kualitas pelayanan pada bengkel OTTO RADOSI terhadap dimensi Tangibles (Sarana fisik), Reability (Keandalan), Responsiveness (Daya Tangkap), Assurance (Kepastian), Emphaty(Perhatian).

☺ Metodologi :
- Variabel : Melakukan pengamatan berdasarkan 5 dimensi kualitas jasa, yaitu : - Keandalan
- Keresponsifan
- Keyakinan
- Empati
- Berwujud
- Data : Data Primer, bentuknya : Kuisioner & Observasi
- Tahapan Penelitian :
- Pengumpulan data berdasarkan Kuisioner & Observasi
- Uji hipotesis dengan menggunakan Metode Skala Likert & Uji Chisquare
- Tahapan Penelitian : Menggunakan Matematis
Metode Skala Likert :
NIK = Nilai Bobot
∑ Kategori Penilaian
Ket : NIK = Nilai Indeks Kerja
Nilai Bobot = Kategori Penilaian x Bobot mesing-masing
Uji Chisquare = X2 = ∑ (fo-fe)2
Fe
Ket : X2 = Chisquare Hitung
Fo = Frekuensi Observasi
Fe = Frekuensi Harapan
Tingkat signifikan = α = 10% = 0,1

☺ Hasil & Kesimpulan :
Berdasarkan analisa dapat diambil kesimpulan bahwa dari 50 responden menyatakan puas. Dengan demikian bengkel OTTO RADOSI telah berhasil melayani para pelanggan yang mengservice kendaraan meraka di bengkel. Berdasarkan hasil perhitungan Chi Square maka dapat diketahui bahwa konsumen merasa puas, karena hasil X2 hitung 33,36 > daripada nilai X2 tabel sebesar 28,412 dimana hipotesis Ha diterima dan Ho ditolak.

☺ Saran & Usulan Lanjutan :
Perusahaan harus lebih meningkatkan dan mempertahankan atribut-atribut yang dirasa sudah baik agar pelanggan selalu merasa puas, sehingga dapat menarik pelanggan untuk mengservice kendaraan mereka di bengkel OTTO RADOSI yang pada akhirnya akan meningkatkan laba & citra perusahaan.
Usulan Lanjutan : Bila hal ini tetap dijalankan dengan baik maka diprediksikan bahwa pelanggan pada perusahaan akan bertambah dan menimbulkan kepuasan konsumen.

Review Jurnal (ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN PADA BENGKEL ALL BACK SAUYUNAN MOTOR)


☺ Tema : “Analisis Kepuasan Konsumen”
☺ Judul : “ ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN PADA BENGKEL ALL BACK SAUYUNAN MOTOR”
☺ Pengarang : Kurniawan Wijayanto
☺ Tahun : 2008


☺ Latar Belakang & Masalah :
Dewasa ini perkembangan dunia otomotif di Indonesia sangat pesat, khususnya kendaraan bermotor dan merupakan salah satu alternatife untuk menghindar dari kemacetan. Maka dari itu motor juga memerlukan perawatan sehingga banyak kalangan yang mendirikan bengkel untuk mengservice segala bentuk kendaraan bermotor.
Dalam kondisi persaingan hal utama yang diprioritaskan oleh bengkel adalah kepuasan konsumen.
☺ Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan dilihat dari segi pelayanan yang diberikan bengkel ALL BACK SAUYUNAN Motor.

☺ Metodologi :
- Variabel : Melakukan pengamatan berdasarkan 5 dimensi kualitas jasa, yaitu : – Keandalan
- Keresponsifan
- Keyakinan
- Empati
- Berwujud
- Data : Data Primer, bentuknya : Kuisioner & Observasi
- Tahapan Penelitian :
- Pengumpulan data berdasarkan Kuisioner & Observasi
- Uji hipotesis dengan menggunakan Metode Skala Likert & Uji Chisquare
- Tahapan Penelitian : Menggunakan Matematis
Metode Skala Likert :
NIK = Nilai Bobot
∑ Kategori Penilaian
Ket : NIK = Nilai Indeks Kerja
Nilai Bobot = Kategori Penilaian x Bobot mesing-masing
Uji Chisquare = X2 = ∑ (fo-fe)2
Fe
Ket : X2 = Chisquare hitung
Fo = Frekuensi Observasi
Fe = Frekuensi Harapan
Tingkat signifikan = α = 10% = 0,1

☺ Hasil & Kesimpulan :
 Berdasarkan hasil penelitian dan analisis tingkat kepuasan konsumen terhadap bengkel ALL BACK SAUYUNAN motor melalui kuisioner yang dibagikan, maka disimpulkan bahwa kepuasan pelanggan dilihat dari segi pelayanan yang diberikan bengkel terhadap pelanggan malalui 5 dimensi yang secara keseluruhan konsumen dinyatakan puas, karena dari perhitungan chi kuadrat , rata-rata chi kuadrat lebih besar dari chi kuadrat table yang memiliiki nilai sebesar 9,48.

☺ Saran & Usulan lanjutan :

Disarankan kepada bengkel ALL BACK SAUYUNAN motor agar tetap meningkatkan pelayanan dengan cara lebih memperhatikan kebutuhan pelanggan dan keluhan pelanggan yang merasa kurang puas.

Jumat, 12 Oktober 2012

PERKEMBANGAN PEREKONOMIAN INDONESIA DARI TAHUN 2009 SAMPAI DENGAN 2011


Latar Belakang :

Perhatian utama masyarakat tentang perekonomian di Indonesia tertuju pada cara-cara untuk mempercepat tingkat pertumbuhan pendapatan nasional. Para ekonom dan politisi dari Indonesia semuanya sangat mendambakan dan menomorsatukan pertumbuhan ekonomi (economic growth). Pada setiap akhir tahun Pemerintah dan para ekonom selalu mengumpulkan data-data statistik yang berkenaan dengan tingkat pertumbuhan GNP relatifnya, dan dengan penuh harap mereka menantikan munculnya angka-angka pertumbuhan yang diharapkan. “Pengejaran pertumbuhan” merupakan tema sentral dalam kehidupan ekonomi Indonesia . Seperti kita telah ketahui, berhasil-tidaknya program-program pembangunan di Indonesia sering dinilai berdasarkan tinggi-rendahnya tingkat pertumbuhan output dan pendapatan nasional.

Mengingat konsep pertumbuhan ekonomi sebagai tolok ukur penilaian pertumbuhan ekonomi nasional sudah terlanjur diyakini serta diterapkan secara luas, maka kita tidak boleh ketinggalan dan mau tidak mau juga harus berusaha mempelajari hakekat dan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi tersebut. Pertumbuhan dan pembangunan ekonomi memiliki definisi yang berbeda, yaitu pertumbuhan ekonomi ialah proses kenaikan output per kapita yang terus menerus dalam jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan. Dengan demikian makin tingginya pertumbuhan ekonomi biasanya makin tinggi pula kesejahteraan masyarakat, meskipun terdapat indikator yang lain yaitu distribusi pendapatan. Sedangkan pembangunan ekonomi ialah usaha meningkatkan pendapatan per kapita dengan jalan mengolah kekuatan ekonomi potensial menjadi ekonomi riil melalui penanaman modal, penggunaan teknologi, penambahan pengetahuan, peningkatan ketrampilan, penambahan kemampuan berorganisasi dan manajemen.



Tugas      : Metode Riset
Jurnal ke  : 1

Perekonomian Indonesia Tahun 2009

Kondisi perekonomian global yang masih mengalami tekanan akibat krisis menghadapkan perekonomian Indonesia  pada beberapa tantangan yang tidak ringan pada tahun 2009. Tantangan tersebut cukup mengemuka terutama pada awal tahun 2009, akibat masih kuatnya dampak krisis perekonomian global yang mencapai puncaknya pada triwulan terakhir tahun 2008. Ketidakpastian yang terkait dengan sampai seberapa dalam kontraksi global dan sampai seberapa cepat pemulihan ekonomi global akan terjadi, bukan saja menyebabkan tingginya risiko di sektor keuangan, tetapi juga berdampak negatif pada kegiatan ekonomi di sektor riil domestik. Kondisi ini mengakibatkan stabilitas moneter dan sistem keuangan pada triwulan I 
2009 masih mengalami tekanan berat, sementara pertumbuhan ekonomi masih dalam tren menurun akibat kontraksi ekspor barang dan jasa yang cukup dalam. Perkembangan yang kurang menguntungkan tersebut pada gilirannya telah menurunkan kepercayaan pelaku ekonomi di sektor keuangan dan sektor riil, serta berisiko menurunkan berbagai capaian positif beberapa tahun sebelumnya. 

Sejumlah kebijakan telah ditempuh oleh Bank Indonesia dan Pemerintah untuk menghadapi tantangan tersebut sepanjang tahun 2009. Kebijakan yang diambil pada prinsipnya merupakan lanjutan dari berbagai kebijakan yang telah ditempuh Bank Indonesia dan Pemerintah sejak triwulan IV 2008. Di tengah kondisi masih kuatnya ketidakpastian di sektor keuangan dan sektor riil, berbagai kebijakan diarahkan untuk menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan, dan daya tahan perekonomian domestik. Di bidang moneter, Bank Indonesia menempuh kebijakan pelonggaran moneter yang dilengkapi dengan berbagai kebijakan lainnya, termasuk upaya meredam volatilitas yang berlebihan di pasar valuta asing. Kebijakan Bank Indonesia di bidang perbankan diarahkan untuk memperkuat daya tahan industri perbankan dengan tetap melanjutkan upaya-upaya untuk meningkatkan peran intermediasi perbankan. Di bidang fiskal, Pemerintah dengan dukungan persetujuan DPR mengeluarkan berbagai kebijakan stimulus, baik melalui insentif pajak maupun upaya menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah pada awal tahun juga menurunkan harga BBM bersubsidi untuk premium dan solar. Di samping itu, Pemerintah mengimplementasikan kebijakan sektoral untuk memperkuat daya tahan perekonomian domestik.

Serangkaian kebijakan yang ditempuh tersebut, tidak saja berhasil menjaga stabilitas makroekonomi, sistem keuangan, tetapi juga memperkuat daya tahan perekonomian domestik, sehingga kinerja perekonomian mulai membaik sejak triwulan II 2009. Setelah mengalami tekanan berat pada triwulan I 2009,  stabilitas sistem keuangan dan makroekonomi juga semakin membaik sampai dengan akhir tahun 2009. Hal itu tercermin pada berbagai indikator di sektor keuangan seperti CDS, IHSG, yield SUN, dan nilai tukar yang membaik. Perbaikan stabilitas sistem keuangan kemudian menjadi basis bagi penguatan kepercayaan pelaku ekonomi di sektor riil dan mendorong peningkatan aktivitas perekonomian, yang sejak triwulan III 2009 berhasil melewati angka pertumbuhan terendahnya. 

Analisis :
secara keseluruhan perekonomian Indonesia telah melewati tahun yang penuh tantangan ini dengan capaian yang cukup baik. Meskipun melambat dibandingkan dengan tahun 2008, menurut para ekonom pertumbuhan ekonomi tahun 2009 dapat mencapai 4,5%, tertinggi ketiga setelah China dan India. Perlambatan pertumbuhan ekonomi yang lebih besar dapat dihindari karena struktur ekonomi banyak didorong permintaan domestik. Inflasi juga tercatat rendah , terendah dalam satu dekade terakhir. Sistem keuangan kembali terjaga dengan mulai pulihnya fungsi intermediasi perbankan terutama pada paro kedua tahun 2009. Tekanan lebih dalam di sistem keuangan domestik dapat sedikit diredam karena adanya ketentuan yang melarang perbankan domestik untuk melakukan kegiatan yang bersifat spekulatif terutama terkait dengan structured product.Ketentuan tersebut merupakan rangkaian kebijakan penguatan dan konsolidasi sistem perbankan pascakrisis





Tugas     : Metode Riset
Jurnal ke : 2

Perekonomian Indonesia Tahun 2010


Krisis ekonomi global, yang sudah diprediksi oleh beberapa pengamat satu-dua tahun sebelumnya, mencapai puncaknya pada akhir tahun 2008 dan awal tahun 2009. Peluruhan ekonomi ini pada awalnya hanya mengguncang pasar saham dan pasar finansial dunia. Beberapa Bank besar bertumbangan. Tetapi, karena arsitektur ekonomi itu berakit erat satu sama lain, maka krisis kemudian mau tak mau merembet juga ke sektor riil. Beberapa industri otomotif besar lunglai. Ekonomi dunia mengalami kontraksi yang tajam.
Sebagai sebuah negara yang berada dalam pusaran ekonomi Ekonomi Indonesia 2010 Optimistisglobal, Indonesia tentu mengalami dampak peluruhan ekonomi dunia ini. Pada kuartal terakhir tahun 2008, pertumbuhan ekonomi domestik anjlok. Nilai tukar rupiah atas dollar tembus hingga lebih dari Rp 12.000,- per dollar. Indeks pasar modal turun di bawah 2000. Pertumbuhan industri otomotif juga menurun tajam. Kondisi yang lesu ini menjadi saat-saat yang cukup berat bagi perekonomian nasional.
Namun, sebetulnya imbas krisis global tidak terlampau mengoyak perekonomian Indonesia. Pengamat ekonomi, Tjiptono Darmadji, mengatakan di tengah kontraksi tajam yang dialami banyak negara di dunia, Indonesia dikategorikan sebagai negara yang cukup optimistis dengan pertumbuhan ekonominya. “Ekonomi kita pada kuartal keempat tahun 2008 memang jelek dan mengalami kontraksi. Tetapi sepanjang tahun 2009, tanda-tanda pemulihan sudah mulai tampak”Performa ekonomi Indonesia selama kuartal I/2009 dengan catatan laju produk domestik bruto (PDB) sebesar 4,4%, menjadi salah satu pertanda tepatnya penanganan perekonomian Indonesia.
Analisis :
Perekonomian Indonesia pada tahun 2010 cukup berhasil dalam melakukan antisipasi dibandingkan negara lain dikarenakan pemerintah dan bank sentral mampu menerapkan kebijakan moneter , fiskal dan nilai tukar. Para ekonom Indonesia menilai bahwa indonesia sangat bagus dan tepat menangani krisis global yang terjadi.Performa ekonomi Indonesia selama kuartal I/2009 dengan catatan laju produk domestik bruto (PDB) sebesar 4,4%, menjadi salah satu pertanda tepatnya penanganan perekonomian Indonesia.







Tugas      : Metode Riset 
Jurnal ke  : 3

Perekonomian Indonesia Tahun 2011


Perekonomian Indonesia pada tahun 2011 menunjukkan daya tahan yang kuat di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, tercermin pada kinerja pertumbuhan yang bahkan lebih baik dan kestabilan makroekonomi yang tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6,5%, angka tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir, disertai dengan pencapaian inflasi pada level yang rendah sebesar 3,79%. Peningkatan kinerja tersebut disertai dengan perbaikan kualitas pertumbuhan yang tercermin dari tingginya peran investasi dan ekspor sebagai sumber pertumbuhan, penurunan tingkat pengangguran dan kemiskinan, serta pemerataan pertumbuhan ekonomi antardaerah yang semakin membaik. Di sisi eksternal, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) mengalami surplus yang relatif besar dengan cadangan devisa yang meningkat dan nilai tukar rupiah yang mengalami apresiasi. Di sektor keuangan, stabilitas sistem keuangan tetap terjaga meski sempat terjadi tekanan di pasar keuangan pada semester II tahun 2011 sebagai dampak memburuknya krisis yang terjadi di kawasan Eropa dan Amerika Serikat (AS). Dengan ketahanan ekonomi yang kuat dan risiko utang luar negeri yang rendah, didukung oleh kebijakan makroekonomi yang tetap pruden dan berbagai langkah kebijakan struktural yang terus ditempuh selama ini, Indonesia kembali memperoleh peningkatan peringkat menjadi Investment Grade.

Fundamental ekonomi Indonesia yang kuat mampu meminimalkan dampak dari gejolak ekonomi global. Ketidak   pastian yang muncul akibat krisis utang Eropa dan kekhawatiran terhadap prospek pemulihan perekonomian AS telah memicu gejolak di pasar keuangan dan pelemahan pertumbuhan ekonomi global tahun 2011. Dampak dari gejolak global tersebut ke Indonesia lebih banyak dirasakan di pasar keuangan terutama pasar saham dan obligasi, sementara dampak pada sektor riil relatif minimal. Di sektor keuangan, penarikan modal luar negeri oleh sebagian investor pada semester II tahun 2011 memberikan tekanan pada nilai tukar rupiah, imbal hasil obligasi Pemerintah, dan harga saham. Namun, dengan langkah-langkah stabilisasi oleh Bank Indonesia dan Pemerintah, didukung oleh kuatnya fundamental sektor keuangan dan terjaganya stabilitas makroekonomi, gejolak pasar keuangan dapat dihindari. Di sektor riil, daya tahan perekonomian Indonesia dari sisi eksternal didukung oleh diversifikasi pasar ekspor dengan semakin besarnya perdagangan intra-regional di kawasan Asia dan semakin meningkatnya peran foreign direct investment (FDI). Dari sisi domestik, daya tahan ekonomi juga didukung oleh kuatnya daya beli terkait dengan meningkatnya pendapatan dan struktur demografi yang sebagian besar berada dalam usia produktif.


Analisis :
Perekonomian pada tahun 2011diperkirakan oleh banyak pihak sebagai lebih baik daripada beberapa tahun sebelumnya. Di samping fundamental ekonomi yang kuat, respons kebijakan yang tepat mampu menopang ketahanan perekonomian nasional. Bank Indonesia dan Pemerintah melakukan koordinasi kebijakan dalam memperkuat fundamental ekonomi sekaligus memiti gasi dampak gejolak eksternal. Dari sisi Bank Indonesia, penerapan bauran kebijakan moneter dan makroprudensial secara terukur dan pada waktu yang tepat telah berhasil menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Bauran kebijakan tersebut diterapkan melalui respons kebijakan suku bunga dan nilai tukar, serta kebijakan makroprudensial dalam rangka pengelolaan aliran modal asing dan likuiditas perbankan.